Mengisi ulang coolant terlihat seperti tugas sederhana, namun beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan teknisi dapat berujung pada masalah performa atau kerusakan sistem pendingin di kemudian hari.
Tidak Mengeluarkan Udara dari Sistem Setelah Pengisian
Kesalahan umum adalah tidak melakukan bleeding atau mengeluarkan udara yang terperangkap dalam sistem setelah pengisian coolant, yang dapat menyebabkan air lock dan mengganggu sirkulasi coolant secara optimal.
Mencampur Coolant dengan Rasio yang Tidak Tepat
Mencampur coolant konsentrat dengan air dalam rasio yang tidak sesuai rekomendasi TDS dapat menghasilkan proteksi beku atau titik didih yang tidak sesuai spesifikasi yang seharusnya dicapai.
Mengisi Coolant Saat Mesin Masih Panas
Mengisi coolant saat mesin masih dalam kondisi panas berisiko menyebabkan thermal shock pada komponen mesin, serta berbahaya bagi teknisi akibat tekanan sistem yang masih tinggi saat tutup radiator dibuka.
Mencampur Coolant dari Merek atau Formulasi Berbeda
Mencampur coolant dari merek atau formulasi berbeda saat pengisian ulang berisiko menimbulkan reaksi kimia yang tidak diinginkan, mengurangi efektivitas proteksi korosi dari kedua produk yang tercampur.
Tidak Memeriksa Level Coolant Setelah Beberapa Waktu Pemakaian
Setelah pengisian ulang, penting untuk memeriksa kembali level coolant setelah beberapa waktu pemakaian, karena udara yang masih tersisa dalam sistem dapat menyebabkan level tampak berkurang meski sebenarnya hanya perlu waktu untuk stabil.
Ingin memastikan proses isi ulang coolant di bengkel Anda dilakukan dengan benar?
Konsultasi dengan Tim Kami