Bengkel tambang yang sibuk menangani banyak unit alat berat sering kali melewatkan detail kecil dalam perawatan coolant, dan kesalahan-kesalahan ini dapat berakumulasi menjadi masalah performa yang signifikan dari waktu ke waktu.

Mencampur Coolant Beda Merek atau Formulasi Tanpa Pengecekan

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencampur coolant dari merek atau formulasi berbeda saat stok menipis, tanpa memeriksa kompatibilitas, yang berisiko menimbulkan reaksi kimia yang mengurangi efektivitas proteksi korosi.

Mengabaikan Pemeriksaan Kualitas Coolant Secara Berkala

Bengkel tambang yang hanya memeriksa level coolant tanpa menguji kualitas seperti pH dan reserve alkalinity berisiko tidak menyadari penurunan performa coolant hingga muncul gejala overheat yang sudah terlambat diantisipasi.

Tidak Mendokumentasikan Riwayat Penggantian Coolant per Unit

Kurangnya dokumentasi riwayat penggantian coolant untuk setiap unit alat berat menyulitkan tim bengkel melacak kapan seharusnya penggantian berikutnya dilakukan, meningkatkan risiko keterlambatan jadwal perawatan.

Menggunakan Air Biasa untuk Menambah Volume Coolant yang Berkurang

Menambahkan air biasa tanpa proporsi yang tepat saat volume coolant berkurang dapat mengencerkan konsentrasi glikol dan menurunkan titik didih serta proteksi korosi coolant secara keseluruhan.

Cara Menghindari Kesalahan Umum dalam Perawatan Coolant Bengkel Tambang

Menerapkan SOP yang jelas, termasuk larangan mencampur merek coolant, kewajiban pengujian berkala, dan dokumentasi riwayat penggantian, membantu bengkel tambang menghindari kesalahan umum yang sering diabaikan ini.

Ingin mengevaluasi praktik perawatan coolant di bengkel tambang Anda?

Konsultasi dengan Tim Kami