pH dan reserve alkalinity adalah dua parameter kunci yang menentukan seberapa baik coolant mampu mempertahankan proteksi korosi dari waktu ke waktu, menjadikan keduanya indikator penting untuk kebutuhan industri.
Apa Itu pH pada Coolant dan Kenapa Perlu Dipantau
pH coolant menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan cairan, dengan rentang ideal yang perlu dijaga agar coolant tidak bersifat terlalu asam yang dapat mempercepat korosi maupun terlalu basa yang dapat merusak material tertentu.
Apa Itu Reserve Alkalinity dan Fungsinya pada Coolant
Reserve alkalinity menunjukkan kapasitas cadangan coolant untuk menetralkan asam yang terbentuk seiring waktu penggunaan, sehingga semakin tinggi reserve alkalinity, semakin lama coolant mampu mempertahankan proteksi korosinya.
Kenapa Kedua Parameter Ini Penting untuk Aplikasi Industri
Aplikasi industri dengan operasional kontinu seperti genset dan alat berat membutuhkan coolant dengan pH dan reserve alkalinity yang stabil, karena penurunan kedua parameter ini menandakan coolant mulai kehilangan kemampuan proteksinya.
Cara Memantau pH dan Reserve Alkalinity Coolant di Lapangan
Tim maintenance dapat menggunakan kit pengujian sederhana untuk memantau pH dan reserve alkalinity coolant secara berkala, membantu mendeteksi dini penurunan kualitas sebelum berdampak pada performa sistem pendingin.
Ambang Batas yang Perlu Diperhatikan untuk Penggantian Coolant
Ketika pH dan reserve alkalinity coolant mendekati atau berada di bawah ambang batas minimum yang direkomendasikan dalam TDS, penggantian coolant sebaiknya segera dijadwalkan untuk mencegah risiko korosi pada komponen sistem pendingin.
Butuh coolant dengan pH dan reserve alkalinity yang terjaga untuk industri Anda?
Konsultasi dengan Tim Kami